Film Pembantaian Dukun Santet mengangkat kisah kelam yang berakar dari peristiwa nyata di pedesaan Jawa pada tahun 1998, ketika isu tentang praktik santet meluas dan menimbulkan gelombang pembantaian terhadap orang-orang yang dituduh sebagai dukun. Cerita ini difiksikan ulang dalam balutan horor mistis, dengan menghadirkan nuansa mencekam antara keyakinan masyarakat, dendam lama, dan teror supranatural.
Kisah berpusat pada seorang pemuda bernama Bagas, yang baru pulang ke kampung setelah lama merantau. Ia mendapati suasana desa berubah drastis. Malam-malam selalu dipenuhi ketegangan, para lelaki kampung berkumpul sambil membawa parang, dan setiap ada orang sakit atau meninggal, tuduhan segera diarahkan pada “dukun santet”. Bagas terkejut saat tahu bahwa pamannya sendiri, Mbah Ranu, masuk dalam daftar orang yang dicurigai sebagai pelaku santet.
Awalnya Bagas tidak percaya, karena Mbah Ranu hanyalah seorang tabib tradisional yang sering membantu warga dengan ramuan herbal. Namun, gosip dan ketakutan membuat warga buta logika. Beberapa rumah dukun lain sudah dibakar, dan jasad mereka ditemukan mengenaskan. Bagas mencoba melindungi pamannya, tapi desakan massa semakin kuat. Situasi berubah semakin mencekam ketika benar-benar terjadi kejadian aneh: seorang warga mendadak muntah darah setelah berselisih dengan Mbah Ranu, anak-anak desa sering kerasukan, dan makhluk hitam menyerupai bayangan kerap muncul di sekitar rumah Bagas.
Bagas mulai ragu—apakah pamannya benar-benar seorang penyembuh, ataukah menyimpan rahasia kelam? Ketika malam pembantaian datang, massa mengepung rumah Mbah Ranu. Jerit, tangis, dan suara takbir bercampur dengan amukan. Bagas berusaha menolong, tapi akhirnya ia juga ikut menjadi saksi bagaimana pamannya dibantai secara brutal. Namun, justru sejak malam itu, teror sesungguhnya dimulai.
Arwah para dukun yang terbunuh bangkit dengan penuh dendam. Sosok pocong hitam, perempuan berambut panjang, dan makhluk-makhluk gaib menyerang warga satu per satu. Desa berubah bagai neraka. Bagas sadar, roh-roh itu menuntut balas atas darah yang ditumpahkan dengan kejam. Ia berusaha mencari cara untuk menenangkan arwah-arwah tersebut, namun tidak mudah. Satu demi satu teman dan tetangga yang dulu ikut membantai menjadi korban kutukan.
Klimaks terjadi ketika Bagas harus berhadapan dengan roh Mbah Ranu sendiri, yang antara cinta keluarga dan dendam membuatnya bimbang: apakah akan mengampuni atau ikut menghancurkan desa. Dengan penuh rasa bersalah, Bagas memutuskan melakukan ritual terakhir, memohon ampun atas dosa kolektif yang terjadi.
Film ini menutup dengan ambigu: desa tampak tenang, namun di kejauhan masih terdengar bisikan arwah. Pembantaian Dukun Santet bukan sekadar horor supranatural, tetapi juga potret gelap bagaimana ketakutan dan prasangka bisa melahirkan tragedi yang mengerikan.
nonton film horor nya hanya di MEDUSATOTO
daftar nonton film lain nya hanya di GEMPATOTO
Tinggalkan Balasan