“Labinaki” adalah film horor Indonesia terbaru yang terinspirasi dari legenda urban di Ambon tentang boneka mistis yang dipercaya membawa kesialan, teror, dan kematian bagi siapa pun yang memilikinya. Ceritanya bermula ketika sekelompok anak muda—Alya, Rian, Fajar, dan Siska—melakukan perjalanan ke Ambon untuk membuat konten dokumenter horor demi menaikkan popularitas kanal YouTube mereka. Mereka tertarik pada cerita tentang sebuah rumah tua di pinggiran kota yang sudah lama terbengkalai, konon dulunya milik seorang perempuan misterius bernama Maria yang dibunuh secara kejam. Di rumah itu, mereka menemukan boneka tua berwajah pucat dengan gaun putih usang, yang oleh warga sekitar disebut Labinaki. Alya, yang paling penasaran, memutuskan membawa boneka itu pulang meski sudah diperingatkan oleh seorang tetua kampung bahwa Labinaki bukan sekadar boneka, melainkan wadah arwah pendendam yang mencari jiwa baru untuk menggantikan tubuhnya yang telah mati. Awalnya semua terasa seperti lelucon, tapi sejak malam pertama, kejadian aneh mulai muncul: suara langkah kaki di koridor, pintu terbuka sendiri, bayangan berwujud perempuan dengan mata hitam pekat, dan bisikan yang memanggil nama mereka satu per satu. Rian mulai sering mimpi buruk tentang Maria, melihat potongan-potongan kejadian masa lalu di mana Maria disiksa dan dibunuh oleh sekelompok orang yang tak dikenalnya. Semakin lama, perilaku Alya berubah: ia sering berbicara sendiri, tertawa tanpa alasan, dan kadang menggunakan bahasa yang tidak dimengerti. Fajar, yang mencoba membuang boneka itu, mendapati boneka tersebut kembali muncul di kamarnya dalam keadaan kotor dan berlumuran tanah basah, seolah baru saja digali dari kuburan. Mereka pun mencari tahu sejarah boneka ini dan menemukan bahwa Maria adalah seorang dukun perempuan yang dituduh membunuh anak-anak di desa untuk ritual pemanggilan roh. Sebelum mati, ia bersumpah akan kembali melalui bonekanya dan membalaskan dendam pada siapa saja yang menyentuhnya. Dalam upaya menghentikan kutukan, mereka pergi ke seorang dukun tua yang memberi tahu bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan Labinaki adalah membakar boneka itu di lokasi kematian Maria sambil membacakan mantra pemutus roh. Namun, saat proses berlangsung, boneka tersebut bergerak sendiri, menyerang mereka, dan menciptakan kekacauan. Satu per satu, anggota kelompok tewas secara brutal, meninggalkan hanya Alya yang berhasil menyelesaikan ritual—tetapi dengan harga mahal. Meski boneka itu akhirnya terbakar, Alya kini menunjukkan tanda-tanda bahwa roh Maria telah berpindah ke dalam tubuhnya. Film ini memadukan nuansa horor tradisional Indonesia dengan elemen misteri dan jumpscare intens, memanfaatkan mitos lokal dan suasana mencekam rumah tua di Ambon sebagai latar utama MEDUSATOhttps://laobamen.com/TO, menghadirkan kisah teror yang bukan hanya menakutkan secara visual, tetapi juga membuat penonton mempertanyakan batas antara mitos dan kenyataan.
Tinggalkan Balasan