Panggilan dari Kubur

Panggilan dari Kubur

Film Panggilan dari Kubur mengisahkan tentang sebuah keluarga kecil yang hidupnya berubah drastis setelah kematian tragis putri semata wayang mereka, seorang gadis kecil yang selama ini dikenal ceria, manis, dan menjadi pusat kebahagiaan keluarga. Kehilangan itu awalnya mereka terima dengan upacara pemakaman yang khidmat di pemakaman desa, berharap sang anak bisa beristirahat dengan tenang. Namun beberapa minggu kemudian, kedamaian itu hancur ketika warga menemukan makamnya terbuka dan jenazahnya menghilang tanpa jejak. Peristiwa mengerikan ini menjadi awal dari teror yang perlahan menyelimuti keluarga tersebut. Di malam hari, sang ibu (Nirina Zubir) mulai mendengar suara tangisan anak yang sangat mirip dengan putrinya, telepon misterius dengan suara memanggil “Mama” berdering di tengah malam, dan penampakan bayangan kecil berlari di lorong rumah. Sang ayah berusaha bersikap rasional, meyakini semua ini hanyalah ilusi akibat duka yang terlalu dalam, namun bukti-bukti fisi membuatnya ragu. Penyelidikan mereka mengungkap bahwa kematian anak mereka terkait dengan ritual mistis kelompok sesat yang percaya bahwa jiwa anak murni dapat dijadikan tumbal untuk membuka pintu kekuatan gaib. Setiap petunjuk yang ditemukan diiringi kejadian horor, seperti boneka kesayangan sang anak yang kembali muncul di meja makan, suara lullaby yang dulu dinyanyikan sang ibu tiba-tiba terdengar dari loteng, dan hawa dingin yang membuat lampu berkelap-kelip. Teror pun menjalar ke orang-orang di sekitar mereka, dari tetangga yang ikut membantu hingga seorang ustaz yang mencoba memberi perlindungan, namun malah jatuh sakit misterius. Obsesinya untuk “membawa pulang” sang anak membuat sang ibu mengabaikan peringatan bahwa tidak semua arwah yang datang benar-benar milik orang yang kita cintai. Konflik mencapai puncaknya ketika mereka berhasil memanggil entitas yang menyerupai anak mereka, namun wajahnya telah berubah menjadi sosok mengerikan dengan tatapan penuh amarah dan dendam. Dalam situasi mencekam itu, mereka dihadapkan pada pilihan terberat—melepaskan anak mereka untuk selamanya demi menghentikan teror, atau mempertahankannya dengan konsekuensi mengerikan yang akan menghantui seumur hidup. Dengan atmosfer kelam, efek visual yang menegangkan, dan cerita yang memadukan horor supranatural dengan drama emosional, Panggilan dari Kubur tak hanya menyajikan jumpscare efektif, tetapi juga mengupas dalamnya rasa kehilangan, cinta tanpa syarat, dan bagaimana rasa duka bisa dimanfaatkan oleh kekuatan tak terlihat untuk menjerat manusia. Film ini membawa penonton pada pertanyaan moral: sejauh mana seseorang rela melanggar batas dunia untuk memulihkan kebahagiaan yang hilang, dan apakah panggilan dari masa lalu itu benar-benar hadiah, atau justru kutukan yang tak pernah bisa ditebus.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *