Pada awalnya, Wening (diperankan oleh Happy Salma) mengalami tragedi besar: kecelakaan motor di sebuah jembatan yang menyebabkan ibunya, Uti Yah, tewas seketika, sementara putrinya yang berusia sebelas tahun, Nirmala, menghilang terbawa arus sungai. Meskipun tim SAR telah menghentikan pencarian sepuluh hari kemudian, keyakinan Wening tak tergoyahkan—dia tetap berharap putrinya masih hidup dan bertekad menemukannya, sekaligus menebus rasa bersalah mendalam atas kematian ibunya.

Dalam usahanya, Wening mendapatkan bantuan dari tiga sosok: Tetsuya, seorang peneliti Jepang dengan pendekatan rasional dan ilmiah; Tirta (Putri Marino), kreator podcast misteri yang tertarik mengangkat cerita Wening; dan Mbah Gowa, dukun misterius yang menghubungkan pencarian dengan nuansa spiritual. Namun di tengah semuanya itu, Wening terus diganggu oleh penampakan arwah ibunya, yang muncul sebagai simbol dari penyesalan dan rasa bersalah yang tak pernah hilang.

Keterlibatan Tirta dalam menyebarluaskan kisah tragis Wening malah membuka lapisan kelam dari masa lalu yang selama ini disembunyikan—yang ternyata memainkan peranan penting dalam hilangnya Nirmala. Setiap suap pertanyaan mengenai masa lalu, setiap ritual mistis bersama Mbah Gowa, dan setiap kemunculan arwah Uti Yah memperkuat atmosfer misteri dan horor psikologis film ini. Konflik batin Wening, antara harapan menemukan anaknya dan penyesalan atas tindakan masa lalu, menghadirkan cerita horor yang bukan hanya menakutkan, tapi juga menyayat emosi penonton.
nonton lah bersama MEDUSATOTO


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *